Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Razman Gerah ke Hotman Paris Sebut Dokter Richard Lee Bisa Terancam 6 Tahun, 'Ini Kasus Remeh Temeh'


Kuasa Hukum dr Richard Lee, Razman Arif Nasution, juga angkat bicara soal tanggapan Hotman Paris soal kasus yang tengah dihadapi kliennya tersebut.

Razman mengaminkan apa yang dikatakan Hotman soal kasus Richard Lee menarik.

"Memang menarik bang, tapi kalau tidak tahu tanya saya, jangan komentari dulu bang, nanti rame urusannya. Saya pengen kalau abang komentar, tanya saya. jangan kata-katanya," kata Razman.

"Apakah ini dua kasus, tunggu dulu. Beliau beranggapan ini dua kasus, sah-sah saja. Bang saya ingatkan tolong bicara pada konteks, kalau belum tau jangan komentar, ini kasus remeh temeh," kata dia.


Sebelumnya pengacara kondang, Hotman Paris turut mengomentari aksi penangkapan dokter Richard Lee di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (11/8/2021).

Hal ini setelah dirinya mengaku banyak yang menanyakan kepada dirinya soal proses penangkapan terhadap Richard Lee.

"Banyak yang bertanya, kenapa sih kasus ecek-ecek cuma pencemaran nama baik kok nangkapnya kayak penjahat kakap ? kok nangkapnya kayak penjahat gembong besar ? ujar Hotman dikutip dari dalam video di Instagramnya, Kamis (12/8/2021).

Hotman pun kemudian mencoba menjelaskan kasus yang sedang menimpa Richard Lee tersebut.

Menurut dia, kasus Richard Lee tidak hanya dugaan soal pencemaran nama baik pasal 27 ayat 3 UU ITE.

Namun kata dia, kasus tersebut sudah berkembang.

"Sudah berkembang, menjadi dua kasus bukan cuma pencemaran nama baik," kata dia.

Hotman kemudian menduga penangkapan itu terkait dengan kasus kedua, yakni pasal 30 UU ITE.

"Ancamannya enam tahun penjara," kata dia.

Lebih lanjut Hotman menjelaskan sesuai dengan informasi yang ia dapat.


Menurut dia, kasus ini memang berawal dari dugaan pencemaran nama baik melalui Intagram.

Sehingga ponsel dan akun Instagram Richard Lee disita penyidik dengan persetujuan pengadilan.

"Kasus baru timbul karena katanya ada oknum yang mengakses akun yang disita oleh polisi atas izin pengadilan, sehingga oleh penyidik dianggap ada postingan-postingan tertentu yang hilang, mungkin terkait dengan pencemaran nama baik," kata dia.

Sehingga dengan kejadian itu, Hotman menduga penyidik mengembangkan menjadi kasus kedua yakni pasal 30 UU ITE.

"Isinya soal duagaan illegal access artinya kalau suatu akun sudah disita maka oknum-oknum siapapun kecuali penyidik sudah tidak boleh lagi mengakses akun tersebut," kata dia.

Hotman pun mengaku kasus ini menarik karena jarang terjadi.

Namun ia tidak ingin terlalu jauh menanggapi kasus tersebut.

sumber: palembang.tribunnews