Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Polwan yang Bawa Nia Ramadhani Ternyata Polisi yang Ungkap Kasus Sabu Senilai Rp400 Miliar


Polwan yang Bawa Nia Ramadhani Ternyata Polisi yang Ungkap Kasus Sabu Senilai Rp400 Miliar.

Penangkapan Nia Ramadhani dan suaminya, Ardi Bakrie, jadi perhatian publik.

Pasangan selebriti ini ditangkap karena penyalahgunaan narkoba.

Tahukah anda, jika polisi yang ikut menangkap artis Nia Ramadhani adalah inspetur satu atau Iptu I Dewa Ayu Santi Rendang.

Iptu Santi nampak polisi wanita yang membawa langsung Nia Ramadhani.

Sebelumnya, Nia Ramadhani ditangkap polisi ditangkap Polres Jakarta Pusat di kediamannya Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu  (7/7/2021).

Saat ini, Nia Ramadhani Tersangka Narkoba atas kepemilikan dan dugaan penyalahgunaan narkoba.

Iptu Santi nampak polisi yang memeriksa Nia Ramadhani.

Artis Nia Ramadhani ditangkap polisi dengan barang bukti berupa sabu-sabu 0,78 gram, satu buah alat hisap sabu atau bom.

Kanit Narkoba Polres Jakarta Pusat mendapatkan informasi Nia Ramadhani memang selalu menggunakan sabu-sabu.


Sopir Nia Ramadhani, ZN (43) yang membawa narkoba sabu-sabu.

“Saat penggeledahan dia mendapatkan 1 klip jenis sabu-sabu. Itu adalah barang RA,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam konferensi pers, Kamis (8/7/2021).

Nia Ramadhani mengakui Ardi Bakrie juga menggunakan narkotika.

Tribun pernah memberitakan jejak rekam Iptu Santi yang terlibat dalam pembongkaran penyelundupan sabu-sabu berbobot 310 Kilogram.

Dia tergabung di Kanit 3 Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat yang membongkar jaringan di Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat dan Hotel N1, Petamburan, Tanah Abang.

Iptu Santi dulu adalah Pembawa Baki bendera merah putih pada Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 2008 lalu.

Yah , dia adalalah I Dewa Ayu Santi Rendang.

Dewa Ayu Santi Rendang atau Santi terpilih sebagai pembawa baki bendera pusaka Indonesia guna memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-63 Indonesia.

Santi adalah siswi kelas II dari SMU 3 Denpasar.

Setelah 13 tahun berlalu, Santi bertransformasi menjadi seorang prajurit polisi.

Ia kini sudah berpangkat 2 balok atau inspektur dua.

Bahkan, belakangan ini, Iptu Santi menjadi tim yang membongkar jaringan narkoba di Jakarta.

Tak tanggung-tanggung, Iptu Santi dan timnya membongkar penyelundupan sabu-sabu berbobot 310 Kilogram.

Dia tergabung di Kanit 3 Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat yang membongkar jaringan di Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat dan Hotel N1, Petamburan, Tanah Abang.

Iptu Santi memulai karirnya dari Akademi Kepolisian (Akpol).

Setrlah menyelesaikan pendidikannya ia pun ditugaskan di Polda Metro Jaya, 2014 lalu.

Setelah dua tahun bertugas, ia kemudian bergabung di Polres Metro Jakarta Pusat.

Jabatannya adalah Kasubnit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Dua tahun kemudian dia mendapat promosi jabatan lalu naik menjadi sebagai Kanit Ranmor Polres Metro Jakarta Pusat.

"Di Ranmor kita ungkap pelajar yang mau tawuran saat SOTR bulan puasa. Selama satu tahun saya jadi Ranmor dan akhir Tahun 2019 (menjabat) Kanit Reskrim Polsek Kemayoran selama beberapa bulan saja," katanya. 

Di awal 2020 Santi mengemban tugas baru sebagai Kanit Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Unit 3.

Tugas baru ini bukan pekerjaan muda bagi kebanyakan wanita, tetapi dia membuktikan kemampuannya setelah sukses membongkar Home Industri Gorila Sintetis dalam bentuk Vape ukuran 5 mili, di Jati Asih, Bekasi beberapa bulan menduduki jabatan baru itu.

"Pertama saya kaget jujur aja, terharu juga dan kebetulan saya satu-satunya perwira Polwan yang ikut dengan Tim," katanya dikutip Tribun Timur, Jumat (14/5/2021).

"Banyak belajar dari pak Kasat serta senior-senior saya, ternyata begini, berhari-hari menyelidiki dengan proses panjang."(*)

sumber: bangka.tribunnews