Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Menyesal Baru Sadar Narkoba Bikin Sengsara, Ini Reaksi Aburizal Bakrie


Nama Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie menjadisorotan beberapa hari terakhir setelah ditangkap pihak kepolisian akibat kasus narkoba. 

Tak butuh waktu lama, Nia Ramadhani dan sang suami mengaku menyesal telah terjerat kasus narkoba. 

Bagaimana tidak, karena barang haram tersebut, pasangan suami istri ini harus berurusan dengan polisi, bahkan sudah menyandang status tersangka.

Keduanya kini mendekam di tahanan Polres Jakarta Pusat.

Kuasa Wa Ode Nur Zaenab, kuasa hukum Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie melihat penyesalan keduanya.

"Kami melihat bahwa sesungguhnya ada penyesalan mendalam dari Bapak Ardi dan ibu Nia karena ada peristiwa ini, beliau akhirnya mengalami di proses hukum," ucapnya seperti dikutip dari Wartakotalive.


"Insya Allah akan ada hikmah besar nantinya yang lebih baik ke depannya," lanjutnya.

Di balik penyesalan itu, menurut Wa Ode, Nia dan Ardi berharap ke depannya semua orang tidak lagi menggunakan narkoba, supaya tidak masuk penjara seperti mereka.

"Karena mereka menganggap masuk penjara karena narkoba akan menyengsarakan diri sendiri," ungkapnya.

Di penjara, Wa Ode Nur Zaenab melihat kondisi Nia dan Ardi baik-baik saja.

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

"Alhamdulilah kondisi beliau berdua bisa lebih tenang dalam keadaan baik," kata Wa Ode Nur Zaenab.

Wa Ode memastikan sampai detik ini, Nia dan Ardi masih terus menjalani pemeriksaan dengan penyidik. Ia tak menampik kliennya sangat terpukul karena masuk penjara.

Lebih lanjut, Wa Ode memastikan bahwa Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie akan mengikuti proses hukum yang berlaku dari kepolisiab.

"Dalam hal ini kuasa hukum akan menyampaikan bahwa Pak Ardi dan bu Nia akan taat hukum dan mengikuti proses semua, insya allah begitu," ujae Wa Ode Nur Zaenab.

Reaksi Aburizal Bakrie

Tanggapan dan reaksi Aburizal Bakrie terungkap setelah anak dan menantunya pakai narkoba dan ditangkap Rabu (7/7/2021) lalu.

Aburizal Bakrie, ayah Ardi Bakrie, menganggap peristiwa yang dialami anak dan menantunya itu adalah cobaan untuk keluarga.

"Dan terakhir Pak Rizal menyampaikan bahwa apa yang terjadi ini adalah cobaan yang beliau hadapi dengan sabar dan tabah," ungkap Lalu Mara dikutip dari Kompas TV di Polres Jakarta Pusat, Jumat (9/7/2021).

Selain itu pihak keluarga Bakrie juga telah memberi maaf serta mendukung penuh agar proses hukum berjalan lancar.


"Keluarga mendukung dan telah memberi maaf. Dan Pak Ardi dan Bu Nia juga sudah meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada orangtua dan keluarga," imbuhnya.

Lalu Mara juga menyampaikan bahwa pihak keluarga berharap Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie dapat direhabilitasi.

“Mengingat keduanya adalah korban penyalahgunaan, keluarga memohon untuk dapat diberikan layanan kesehatan, sesuai undang-undang yang berlaku”, kata dia dikutip dari artikel 'Aburizal Bakrie Tanggapi Kasus Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani'.

Ingin sembuh

Pihak keluarga sudah mengajukan asesmen untuk Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie.

Diketahui pasangan suami istri tersebut saat ini berurusan dengan polisi karena jeratan kasus penyalahgunaan narkoba. Dalam hal ini sabu-sabu.

Jika asessmen disetujui pihak terkait, maka Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie bisa menjalani rehabilitasi untuk melepaskan ketergantungannya terhadap barang haram tersebut.

"Baru saja kami ajukan. Selebihnya, silahkan tanya ke polisi soal proses assesmen," kata Wa Ode Nur Zaenab.

Wa Ode mengatakan proses assesmen rehab ini diajukan karena ia menganggap Nia dan Ardi hanyalah pengguna dan korban dari peredaran narkotika.

"Mereka (Nia dan Ardi) kan korban dan cuma 0,78 gram barang bukti sabunya artinya mereka betul-betul pengguna," ucapnya.

Selain itu, Wa Ode menilai hak mengajukan assesmen rehabilitasi Nia dan Ardi sesuai dalam UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dalam UU Narkotika tersebut, Wa Ode mengakui bahwa Nia dan Ardi wajib di rehabilitasi karena kadarnya saat ini mereka hanya sebagai pengguna atau korban.


"Karena ini korban, harus memberikan pengobatan medis, ini tentunya ada treatment, sehingga beliau bisa nantinya bisa kembali ke masyarakat makanya ada rehabilitasi sosial," jelasnya.

Wa Ode menilai memang saat ini, Nia Ramadhani dan Ardi ingin fokus sembuh dari ketergantungan sabu. Sehingga, rehabilitasi jalan tepat mengobati mereka.

"Intinya jangan sampai mereka di sudutkan, tidak ada siapapun yang mau jadi korban," ujar Wa Ode Nur Zaenab.

Diberitakan sebelumnya, Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat menangkap Nia Ramadhani di kediamannya di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (7/7/2021) pukul 15.00 WIB.

Saat penangkapan berlangsung, polisi mengawalinya dengan mengamankan supir Nia Ramadhani, ZN. Dari ZN, polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 0,78 gram yang diakuinya milik Nia dan Ardi Bakrie.

Kemudian, polisi menangkap Nia Ramadhani di rumah. Ketika digeledah, polisi mengamankan alat hisap sabu alias bong

Dari keterangannya, Nia Ramadhani mengakui dirinya sering mengonsumsi sabu bersama dengan sang suami, Ardi Bakrie.

Kemudian, Nia Ramadhani dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat. Setibanya di kantor polisi, Nia menghubungi Ardi Bakrie bahwa dirinya ditangkap polisi.

Rabu malam tepatnya pukul 20.00 WIB, Ardi Bakrie datang ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk menyerahkan diri.

Hasil tes urin Ardi, Nia Ramadhani, dan ZN positif mengandung sabu atau metaphetamine.

Ardi Bakrie, Nia Ramadhani, dan supirnya, ZN ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan narkotika.

Dari hasil keterangan, Nia Ramadhani sering konsumsi sabu bareng Ardi Bakrie lima bulan ini. Sabu seberat 0,78 gram yang disita polisi dibeli mereka seharga Rp 1,5 juta.

Dalam kasus dugaan penyalahgunaan dan kepemilikan narkotika, Nia Ramadhani, Ardi Bakrie, dan ZN dijerat dengan pasal 127 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman penjara empat tahun.

Penulis: Frida Anjani / SURYAMALANG.COM