Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kombes Pol Hengki Haryadi, Polisi yang Jebloskan Nia Ramadhani-Anak Konglomerat Aburizal ke Penjara


Anak dan menantu konglomerat Aburizal Bakrie yaitu Ardi dan Nia Ramadhani ditangkap polisi karena kasus narkoba.

Jajaran polisi dibawah kepemimpinan Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi banyak diapresiasi karena menangkap artis dan putra konglomerat.

Sosok Perwira Polri bernama Hengki Haryadi tidak asing di dunia kriminalitas Indonesia.

Karirnya malang melintang memberantas kejahatan mulai dari begal, pembunuhan hingga narkoba.

Siapa sangka jika Kombes. Pol. Hengki Haryadi ini berdarah Sumatera.

Ia lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 16 Oktober 1974.

Ia merupakan seorang perwira menengah Polri yang sejak 7 Januari 2021 mengemban amanat sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Hengki, lulusan Akpol 1996 ini berpengalaman dalam bidang reserse.

Jabatan terakhirnya adalah Analis Kebijakan Madya bidang Pideksus Bareskrim Polri.

Pangkat Hengki Haryadi yakni Komisaris Besar Polisi.

Sebelum menduduki jabatan sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi semula menjabat sebagai analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri.

Kombes Pol Hengki Haryadi resmi menggantikan Kombes Pol Heru Novianto sebagai Kapolres Jakarta Pusat usai serah terima jabatan (sertijab) yang digelar pada awal Januari 2021 lalu.

Mengemban amanah sebagai pemimpin di wilayah kota yang termasuk dalam bagian Provinsi DKI Jakarta bukanlah tugas baru baginya.

Diketahui jika Hengki pernah menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat pada Oktober 2017 hingga Desember 2019.

Banyak prestasi yang tercatat sepanjang karier Hengki menjadi Kapolres Metro Jakarta Barat.

Berikut prestasi yang pernah ditorehkan Kombes Pol Hengki Haryadi bahkan berhasil menaklukkan Hercules yang dikutip dari Kompas.com.

Di antaranya mengatasi premanisme hingga membongkar jaringan narkoba internasional bersama penegak hukum narkoba dari Negeri Paman Sam, yaitu Drug Enforcement Administration (DEA).

Lepas dari Kapolres Metro Jakarta Barat, Hengky mengenyam pendidikan selama sembilan bulan lamanya di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimpti) Polri ke-29. Hengki menjadi lulusan terbaik di angkatannya.

Pada momen menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Hengki harus berhadapan dengan preman kelas kakap, Rosario de Marshall atau akrab dikenal dengan nama Hercules.

Hengki beserta tim dari Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat pada 2013 itu mencokok Hercules dan kawanannya karena kerap memeras dan melakukan tindakan kekerasan kepada masyarakat di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Pada akhir 2018, lagi-lagi Hengki harus berhadapan dengan Hercules karena residivis itu terbukti mengintimidasi dan menyebarkan ketakutan kepada warga Kalideres saat mencoba menguasai lahan milik warga. Hercules berhasil kembali dijerat hukum.

Personel di bawah pimpinan Hengki berhasil mengungkap perbuatan Hercules yang merugikan masyarakat di Kalideres. Usai berhadapan dengan Hercules, Hengki mengungkap kasus-kasus narkoba mulai dari jenis ekstasi, sabu dan ganja.

Mulai dari yang dibuat secara rumahan hingga terhubung dengan jaringan internasional.

Di bawah bimbingan Hengki, Polres Metro Jakarta Barat akhirnya berkolaborasi dengan penegak hukum narkoba dari Amerika Serikat, yaitu DEA pada pertengahan 2019.

Hasilnya, Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkapkan penyelundupan sabu asal Amerika dengan modus bungkus kopi seberat 28 kilogram.

Hengki mengemban tugasnya sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat hingga Desember 2019, lalu melanjutkan pendidikan di Sespimpti Polri 9 bulan lamanya.

Dilansir melalui Kompas TV, Kombes Pol Hengki Haryadi, menjelaskan pola pre emptive strike yang digunakannya untuk memberantas jaringan narkoba belum lama ini.

Menurut Hengki, pola pre emptive strike digunakan untuk mencegah narkotika sampai ke tingkat masyarakat, dengan begitu petugas bisa mencegah peredaran barang haram tersebut.

Hengki menambahkan, berdasarkan pengalaman Polisi, kasus peredaran narkoba turut mempengaruhi tingkat kejahatan jalanan yang terjadi selama bertahun-tahun.

Pendidikan Umum

- SD Xaverius Metro

- SMPN 1 Metro

- SMA Taruna Nusantara (1993)

Pendidikan Kepolisian

- AKPOL (1996)

- PTIK (2004)

- SESPIM

- SESPIMTI (2020) (Lulusan Terbaik)

- LEMHANNAS (2020)

Riwayat Jabatan

Pamapta II Polres Dili (1997)

Kasat Lantas Polres Manatuto (1998)

Kasat Lantas Polres Dili (1999)

Wakapolsek Lengkong (1999)

Kasat Lantas Polres Garut (2001)

Pama Polda Lampung (2002)

Kasat Reskrim Polres Tulangbawang (2004)

Kapolsek Telukbetung Selatan (2005)

Kasat Reskrim Poltabes Bandar Lampung (2006)

Kanit III Sat I Dit Reskrim Polda Lampung (2008)

Pamen Polda Metro Jaya (2010)

Kasubbag Kermalat Bagbinlat Ro Ops Polda Metro Jaya (2010)

Kapolsek Metro Gambir (2011)

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat (2011)

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat (2012)

Kapolres KP3 Tanjungpriok (2014)

Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya (2016)

Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri (2017)

Kapolres Metro Jakarta Barat (2017)

Analis Kebijakan Madya bidang Pideksus Bareskrim Polri (2019)

Kapolres Metro Jakarta Pusat (2021)

sumber: sumsel.tribunnews