Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berani Bentak Teh Ninih, Putra Aa Gym Sebut Kakak Perempuannya Miliki Sifat Kejam: Sama Seperti Ayah


Kisruh rumah tangga Aa Gym dan Teh Ninih memang sudah lama redam.

Terakhir, Aa Gym dan Teh Ninih dikabarkan sudah akan menjalani persidangan di Pengadilan Agama Bandung.

Namun ada yang menyebut bahwa Aa Gym menarik gugatan cerainya sehingga membuat berita kembali simpang siur.

Tapi tiba-tiba saja, salah satu anak Aa Gym dan Teh Ninih, Muhammad Ghaza membuat status Facebook yang mengejutkan.

Ia nampak membocorkan tabiat mengejutkan ayahnya pada sang ibu selama ini.

Bak sebuah bola panas, curahan hati Ghaza Al Ghazali, putra Aa Gym dan Teh Ninih menjadi heboh dan banyak disorot publik.


Setelah membongkar aib Aa Gym, Ghaza Al Ghazali membongkar aib kakak perempuannya, Ghaida Tsurayya.

Lewat akun Facebooknya, putra Teh Ninih dan Aa Gym ini secara terang-terangan mempertanyakan kesopanan sang kakak pada ibundanya, Teh Ninih.

Ghaza Al Ghazali bahkan meminta pengikut Ghaida Tsurayya untuk mempertimbangkan pilihannya.

"Apakan anda mengenal kakak saya, yang bernama Teh Ghaida Tsurayya? menurut saya lebih baik anda pertimbangkan lagi," ucap Ghaza Al Ghazali.

Hal itu diungkap Ghaza Al Ghazali karena sikap sang kakak yang dianggapnya tak jauh 'buruk' seperti sifat Aa Gym terhadap Teh Ninih.

"Karena kakak saya yang satu ini adalah saudari yang paling sepemahanan dengan ayah saya," kata putra Teh Ninih.

Ghaza Al Ghazali pun mengaku setelah dirinya membongkar segala rahasia rumah tangga orangtuanya, sang kakak, Ghaida Tsurayya disebutnya telah tega membentak Teh Ninih.

"Bahkan, saya tidak habis pikir, karena dua tulisan saya kemarin, ibu saya dibentak-bentak, dimarahi oleh kakak saya ini," ucap Ghaza Al Ghazali.

Sama halnya seperti bentakan dari Aa Gym, Ghaida Tsurayya disebut Ghaza sudah melafalkan kalimat 'kejam' pada Teh Ninih.

"Saya teringat ketika pertama kali ibu saya dicerai, dengan lugasnya kaka saya mengatakan 'mamah itu munafik'. Tepat di hadapan bapak KH. Miftah Faridi, dan itu pula yang disebutkan ayah saya," ucap Ghaza Al Ghazali.

Secara rinci putra Aa Gym dan Teh Ninih ini membeberkan kejadian tersebut. Dia mengaku kejadian ini terjadi di tempat umum.

"Ya kejadian ini bertempat di Aula Daarul Hidayah, lantai dasar masjid Daarut Tauhid. Jika Anda Jamaah Daarut Tauhid, tentu anda mengetahui tempat ini," ungkapnya.

Meski kerap kali membela Teh Ninih, Ghaza Al Ghazali juga tak mau munafik, dia secara terang-terangan mengakui pernah berada di posisi yang sama dengan kakaknya.

"Saya tidak sok suci, ketika itu saya masih sepemikiran dengan ayah saya, namun saat ini saya memilih hijrah dan membuka suara, namun kakak saya? masih sama sampai saat ini," ujar Ghaza.

Putra Aa gym dan Teh Ninih ini pun kemudian meminta para pengukut sang kakak agar lebih berhati-hati saat memilih panutan.

"Semoga anda dapat memilih panutan yang tepat, saran saja, jangan jadikan orang seperti saya seperti panutan anda," beber putra Aa Gym.

Anak Teh Ninih Minta Maaf Bongkar Perilaku Buruk Aa Gym 15 Tahun


Salah satu anak Aa Gym dan Teh Ninih, Muhammad Ghaza membuat status Facebook yang mengejutkan.

Ia nampak membocorkan tabiat mengejutkan ayahnya pada sang ibu selama ini.

Otomatis, status Facebook Ghaza ini langsung menghebohkan.

Ternyata Ghaza membuat status itu karena merupakan peringatan satu tahun ibunya ditalak.

Hari itu bertepatan juga dengan seminggu sebelum hari pernikahannya dengan sang istri.

Nampaknya pada saat itu, Teh Ninih tidak hadir di pernikahan anaknya dan membuat Ghaza sedih.

Tapi yang mengejutkan, kemudian ia membongkar perkataan Aa Gym pada Teh Ninih yang cukup menyakitkan.

'"Kamu Musyrik"

"Kamu Munafik"

"Kamu Menuhankan Makhluq"

Inilah kalimat pujian yang selalu kami dengar. Ya, selalu. Dikala makan di restoran. Berangkat sekolah. Berkumpul bersama. Bahkan mungkin, di setiap sudut bumi ini, hanya ada pengingat akan kalimat itu semua'

Yang tambah bikin Ghaza nyeri, nampaknya Teh Ninih menanggapi itu semua dengan lapang dada.

'Namun dirimu. Ya dirimu. Tak pernah kudengar sekalipun, kalimat. Tidak. Kata, yang menyakiti hati kami'

Ghaza juga sepertinya tidak mau ibunya terus menerus hidup dalam hinaan.

Ia juga membongkar kalau ada permainan di pengadilan yang mempermainkan ibunya.

'Rasanya, cukup bagiku penderitaanmu. Sudah waktunya bagimu untuk tersenyum. Sudah cukup tangisanmu. Cukup, waktunya bahagia. Meskipun tidak bersama-sama.

Ya, betul. Nampaknya kemarin ada sedikit permainan di pengadilan. Begitulah, manusia. Barangkali, waktu 15 tahun belum cukup untuk menyiksamu, mungkin beliau masih perlu waktu untuk merasa puas.

5 juni 2020, lusa adalah tepat satu tahun setelah engkau dicerai. Dan, sampai detik ini engkau digantung, dipermainkan.

Maaf, saya tak bisa diam'


sumber: palembang.tribunnews.