Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah Sosok Mikhavita Wijaya, Istri Bams Samsons yang Dituduh Ada Selingkuhan hingga Mau Bercerai


Pernikahan Bambang Reguna Bukit atau yang biasa disapa Bams dan Mikhavita Wijaya di ujung tanduk.

Rumah tangga yang dimulai pada awal Januari 2014 itu tengah oleng, setelah ada dugaan orang ketiga.

Mikhavita Wijaya dituding telah berselingkuh.

Namun Bams eks vokalis Samsons tak mau menuduh macam-macam.

Seperti diketahui rumah tangga Mikhavita dan Bams sendiri tengah dirudung permasalahan, bahkan di ujung tanduk perceraian.

Soal perceraian pun diakui sudah menjadi kesepakatan keduanya.

Bams membeberkan alasan mereka bercerai karena ada cekcok yang terjadi diantara keduanya, diberitakan Tribunnews.com sebelumnya.

"Karena yang jelas kita gak cekcok dan memutuskan kita berpisah dan karena kita dalam jalan damai saya ga mau merusak itu," terang Bams.

Namun, di sisi lain santer terdengar penyebab perceraian tersebut lantaran Mikhavita disebut berselingkuh.

Adanya hal tersebut, tidak hanya Bams, rumah tangga Desiree Tarigan yang merupakan ibu kandung Bams, bersama Hotma Sitompul juga tengah memanas.

Bams eks vokalis band Samsons mengaku tak mau berburuk sangka pada istrinya, Mikhavita Wijaya.

"Nggak bisa lah kita nggak boleh suuzon jadi kita jalani segimana mestinya aja," kata Bams di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Jumat (26/3/2021).

"Nanti waktu lah yang menjawab kalau ada apa-apa," ucapnya.

Begitu juga dengan Desiree, mengatakan mereka tak ada bukti untuk menuding suaminya berselingkuh.

"Lagian nggak ada bukti juga. Kita nggak bisa ngomong lah," tutur Desiree.

Lantas siapakah sosok Mikhavita Wijaya?

Mikhavita dinikahi Bams eks Samsons pada 2014 lalu dan kini dikaruniai satu anak perempuan, diberi nama Eleanor Reguna Bukit.

Dikutip dari laman web linkedin, Mikhavita merupakan seorang pebisnis.

Dirinya tercatat merupakan owner dari Vie For Living, serta Crystal Birdnets.

Rupanya latar belakang pendidikan Mikhavita tak sembarangan, dirinya merupakan lulusan RMIT University Australia.

Pada 2016, Mikhavita pernah dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Mikha, sapaan akrabnya, dilaporkan atas dugaan tindak pidana berdasarkan Pasal 76C jo. Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Dikutip Tribunnews.com sebelumnya, si pelapor, Dian Indrayana atau yang akrab disapa Indra, merupakan rekan bisnis Mikha.

Ditemui di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Menteng, Jakarta, Rabu (6/4/2016), Indra dan kuasa hukumnya, Amati Dachi, menjelaskan kronologis yang terjadi.

Kejadian berawal ketika Indra terlambat mengembalikan modal dan keuntungan sebesar Rp 2 miliar ditambah Rp 646 juta yang diinvestasikan Mikha dalam proyek pembangunan Perumahan Citra Grand Senyiur City di Samarinda, Kalimantan.

Lantaran pada tanggal jatuh tempo, tepatnya pada 24 Maret 2016, Indra belum mengembalikan uang Mikha, pada 29 Maret 2016 pun pihak Mikha berniat bertemu dengan Indra di rumahnya di kawasan Jatiasih, Bekasi.

Namun, Indra tidak sedang berada di rumah sehingga pihak Mikha membawa istri Indra dan kedua anak mereka ke kediamannya di Jalan Antasari, Jakarta, sekitar pukul 05.00 WIB.

Ketika Indra menyusul mereka ke kediaman Mikha dan mendapati pihak Mikha berkata kasar terhadap sang istri di depan kedua anaknya.

Sang istri dan anak-anaknya pun diperbolehkan pulang pada pukul 18.00 WIB, sementara Indra masih melakukan mediasi dengan mereka, termasuk Bams.

Didapatilah jalan keluar bahwa Indra harus menyerahkan sertifikat rumah dan tanahnya pada 1 April 2016.

Namun, pada 31 Maret 2016, Mikha mengirimkan beberapa orang untuk mencari Indra serta istri dan kedua anaknya.

Indra yang merasa terintimidasi pun akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya pada 1 April 2016 silam dengan nomor laporan LP/1534/IV/2016/PMJ/Ditreskrimum.

Belum juga usai, pada 2 April 2016, sopir Mikha bersama tukang bangunan bertandang dengan niat membongkar rumah Indra.

"Hal-hal beginilah yang kami sayangkan, kenapa tidak melalui ranah hukum. Kalau merasa Pak Indra menghindar, buatlah laporan (di kepolisian). Kalau begini, sudah premanisme saya kira," ujar Amati di KPAI, Jakarta, Rabu (6/5/2016).

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)